oleh : Muhammad Didi Rusadi,FH
(Ketua Bidang Kaderisasi IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Komisariat Unlam Bjm dan Dirjen Kemitraan BEM UNLAM
diposkan : 20/12/2010 jam : 11.33AM
Siapa yang tidak tahu dengan kota Banjarmasin ? Ya kota yang dijuluki kota seribu sungai ini sebab sangat banyak sungai ditemui di kota Banjarmasin ini. Kota Banjarmasin ini dibelah oleh sungai Martapura yang dipengaruhi oleh pasang surut Air Laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri di kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan. Selain itu kota ini juga dikenal dengan kota Negerinya Sasirangan (Kain tenun khusus dari Kalimantan Selatan).
Secara astronomis Kota Banjarmasin terletak pada 3°,15 sampai 3°,22 Lintang Selatan dan 114°,32 Bujur Timur mempunyai ketinggian tanah pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang. Itu artinya kalau Kota Banjarmasin sudah tenggelam sejak awal dia didirikan.
Kondisi hidrologis di kota ini menyebabkan ketika air pasang dan musim hujan sering terjadi genangan ditambah lagi penggunaan tanah untuk perluasan jalan, pemukiman dan kawasan bisnis menimbulkan masalah terhadap aliran air. Dan kita ketahui sekarang banyaknya permukiman dan banyak pembangunan yang tidak teratur. Itulah beberapa sebab permasalahan drainase, termasuk got di kota Banjarmasin.
Apalagi sekarang ini BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) stasiun Klimatologi Kelas 1 Banjarbaru dan BPDAS (Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai) masing-masing telah memberikan peringatan bahwa Banjarmasin bisa akan tenggelam jika saluran-saluran drainase itu tidak dibenahi.
Apalagi sekarang ini BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) stasiun Klimatologi Kelas 1 Banjarbaru dan BPDAS (Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai) masing-masing telah memberikan peringatan bahwa Banjarmasin bisa akan tenggelam jika saluran-saluran drainase itu tidak dibenahi.
Selama ini yang dijadikan kambing hitamnya menegenai naiknya air sungai ke permukaan di Kota Banjarmasin adalah hujan dan air pasang namun kondisi itu sekarang ini juga disebabkan drainase yang buruk..
Faktor lain adalah kurangnya kesadaran masyarakat kita tentang masalah pola hidup masyarakat yang buruk. Banyak warga kita yang membuang sampah sembarangan ke sungai, serta melakukan pembangunan fisik yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan yaitu dengan sistem pengurukan tanah hingga menghilangkan kawasan resapan air sungai.
Ada baiknya belajar mengenai apa yang dilakukan oleh masyarakat Banjarmasin tempo dulu. Dimana dulu masyarakat banjar kita membangun rumahnya tinggi dengan dikenal rumah panggung. Rumah masyarakat banjar dulu tinggi-tinggi tiangnya sehingga dibawah rumah tersebut air dapat mengalir dengan bagus dan terhindar dari bahaya binatang-binatang buas. Daripada terus menerus berperang melawan alam, lebih baik menyelaraskannya.
Mari kita bersama-sama selamatkan kota tercinta kita, banua kita, negeri kita, dan bumi ini dari bencana-bencana yang tidak diinginkan. Mulai dari diri pribadi kita sendiri dengan cara bersama-sama membenahi/membersihkan saluran-saluran air yang tersumbat dan jangan membuang sampah sembarangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar