Corat-coret,pengalaman hidup,unek-unek,dsb akan dituangkan sepenuhnya dalam blog yang sangat sederhana ini. Thanks GOD I'am Interisti Not Milanisti. FORZA INTER. Motto Hidup : Tertib Ibadah, Sukses Study, Unggul Organisasi, dan Anggun Moralitas

Senin, 21 Maret 2011

ISI KEMERDEKAAN DENGAN KERJA KERAS DAN PRESTASI

Oleh : Muhammad Didi Rusadi,FH
(Aktifis, Staff Ahli Pidana LP2DH, ARCA dan Staff Kastrat KAMMI Komsat Bjm)
dipostkan : 13/8/2010 jam : 12.32 AM
            Beberapa hari lagi kita akan memperingati hari bersejarah bagi semua rakyat Indonesia. Hari yang ditunggu-tunggu, hari yang dinanti-nanti bagi umat atau warga Nusantara. Yaitu tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2010 ini, hari dimana Indonesia berulang tahun yang ke 65 sejak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 dulu.
            Proklamasi Kemerdekaan negara Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan buah dan puncak perjuangan bangsa Indonesia sejak berbad-abad sebelumnya. Peristiwa pembebasan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan itu makin mengarah kepada pencapaian tujuan ketika masyarakat Nusantara memasuki gerbang abad ke-20 dengan terjadinya perubahan fundamental dalam strategi perjuangan, yakni dari perjuangan bersenjata kepada perjuangan politik melalui berbagai pergerakan dan beragam organisasi sosial politik.
            Seluruh rakyat telah berjuang dengan segenap jiwa raga, darah,  tenaga dan pikiran dan harta benda, untuk merebut kemerdekaan ini, maka siapa lagi yang bercita-cita memiliki negara merdeka, kalau bukan seluruh rakyat pernah merasakan dijajah seperti rakyat Indonesia. Seluruh rakyat Indonesia telah berjuang dari nol besar, dari modal dengkul, dari senjata bambu runcing, dan yang lain dengan seadanya, wajarkah kegembiraan rakyat yang meluap-luap ? Bagaimana mungkin rakyat Indonesia yang miskin hanya bersenjata bambu runcing  saat itu dapat menang melawan penjajahan? Maka siapa lagi yang berhak untuk bergembira dan bersuka-ria pada hari kemerdekaan ini, kalau bukan seluruh rakyat Indonesia itu sendiri.
Warna carut-marut potret masa depan Indonesia ditandai dengan adanya kelompok teroris yang selalu harus darah, yang katanya selalu ingin membunuh kelompok lain yang tidak sesuai dengan versi kelompok mereka, dengan berbagai sasaran untuk menteror dan menakut-nakuti siapa saja, serta  dengan metode yang selalu berkembang, sampai metode bom bunuh diri..
Menjelang Enam puluh lima tahun adalah usia kemerdekaan bangsa Indonesia. Nilai kemerdekaan yang sudah dinikmati selama puluhan tahun ini merupakan modal dasar dalam melaksanakan proses pembangunan nasional. Namun dalam usia yang sudah sedemikian, bangsa Indonesia masih terus berada dalam pasang surut. Proses pembangunan bangsa Indonesia memang sempat tersendat akibat adanya berbagai musibah dan bencana alam yang akhir-akhir ini sering terjadi. Sebut saja gempa bumi, banjir, kekeringan, gagal panen, flu burung, flu babi, polio, dan berbagai penyakit dan musubah lain sebagainya, merupakan sebagian dari peristiwa alam atau peristiwa sosial yang menjadi penghambat kelancaran proses pembangunan. Di samping itu, ada hal lain yang memprihatinkan, yaitu munculnya perilaku sosial yang kurang mendukung pada proses pengisian nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Tindak pidana korupsi, kolusi, nepotisme, pelanggaran hukum dan HAM, masih terus berlangsung. Oleh sebab itu, melalui peringatan hari kemerdekaan Indonesia ini dapat dijadikan sebagai momentum melakukan refleksi nasional, memaknai kembali nilai-nilai yang dikandung dalam kemerdekaan negara Indonesia dan menumbuhkan kembali karakter perjuangan bangsa sebagai ciri khas dalam mendirikan dan membangun bangsa. Karakter bangsa adalah ciri khas yang dimiliki oleh sebuah bangsa, inilah yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain. Hal inilah yang harus terus dikembangkan dalam rangka mewujudkan pencitraan bangsa dalam membangun dan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain.
Jangan mengharapkan  adanya perubahan keadaan Indonesia dalam waktu singkat, siapapun presidennya tidak akan mampu merubah keadaan  dalam waktu sehari, kiranya potret masa depan tidak akan berubah, kalau semua pejabat di negeri ini dan seluruh aparatur pemerintah juga seluruh  rakyat Indonesia tidak bekerjasama dan bersatu untuk mengatasi permasalahan-permasalah tersebut.
Jadi untuk mengisi kemerdekaan ini khususnya saya sebagai kaum muda dan terpelajar mengejak para generasi muda semua agar mengisi kemerdekaan dengan kerja keras dan belajarlah dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan sederet prestasi yang dapat membanggakan kita sendiri, dapat membanggakan orang tua kita, dan yang sangat terpenting dapat membanggakan Negara kita tercinta ini. Mari kita bangkit dari keterpurukan kita yang dulu-dulu. Belajarlah lebih keras tanpa kenal putus asa, maka kesuksesan akan meraih kita dimasa akan datang nanti. Orang cerdas bukanlah mereka yang tidak pernah gagal dalam menuntut ilmu. Orang cerdas adalah mereka yang pernah gagal, namun dengan belajar lebih keras lagi sehingga dapat mencapai prestasi terbaik. Sedangkan bagi mereka yang sudah dewasa saya menyerukan untuk bekerja keras tanpa mengenal menyerah dan tanpa mengenal lelah. Apapun pekerjaan kita, asal itu dikerjakan dengan serius dan sungguh-sungguh dan yang terpenting itu dapat bermanfaat bagi diri dan keluarga, bermanfaat bagi semua orang dan bermanfaat bagi kemajuan perkembangan bangsa ini. Itulah bukti kalau kita sudah turut andil dalam mengisi kemerdekaan kali ini.
Dirgahayu Republik Indonesia ku yang ke 65. Semoga Negara ini akan semakin maju lagi dari sebelumnya, dan musibah-musibah bencana alam tidak menghampiri negeri kita tercinta ini lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar