Oleh : Muhammad Didi Rusadi, FH
(Aktifis, Staff Ahli Pidana LP2DH FH UNLAM dan Divisi Kastrat KAMMI Komsat Bjm)
di postkan : 2/8/2010 jam : 2.59 PM
Banjir kembali melanda daerah di Nusantara Indonesia. Salah satu peristiwa yang tidak asing lagi di dengar di telinga kita semua sebab peristiwa ini hampir setiap musim penghujan melanda Negara kita tercinta ini.
Maraknya penambangan Sumber Daya Alam (SDA) dan masih terus berlanjutnya penebangan pohon secara illegal membuat bencana alam semakin marak terjadi, terlebih hal ini mendapat dukungan dari tingginya curah hujan di Nusantara Indonesia yang mengakibatkan banjir bandang salah satunya yang terjadi di Tanah Bumbu Kalsel kemarin dimana menelan korban jiwa dan merusak rumah-rumah penduduk sekitar. Banjir bandang ini selain diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi juga disebabkan karena tersumbatnya sungai maupun karena pengundulan hutan disepanjang sungai di wilayah tersebut.
Betul bahwa sebagian dari permasalahan banjir itu adalah kaena factor alam juga kesalahan masyarakat. karena suka membuang sampah, karena tidak menanam pohon, dan karena kurang kesadaran yang lain serta kita juga harus melihat peran Negara ini. Misalnya, karena tatakota yang berantakan dan tata guna lahan yang berantakan akibat suap menyuap dan korupsi yang merajalela. Selain itu bisa dikatakan tanah di daerah padat penduduk habis dikuasai perusahaan,tidak ada kebijakan land-reform yang memadai.Dan yang terpenting yang perlu saya kritisi masalah penanaman pohon. Dimana Negara kita sering mengampanyekan tentang menanam pohon atau penghijauan kembali atau bahasa kerennya reboisasi. Kita suka menanam pohon tapi kita tidak pernah memikirkan pemeliharaan hutan puluhan tahun semenjak pohonnya ditanam.
Dari pernyataan di atas tadi kita tahu sudah beberapa penyebab banjir jadi sekarang saya mencoba memberi solusi atau jalan keluar agar menghindari kurangnya bencana banjir sebab ketika banjir sudah dating kita sering tuding menuding tentang siapa yang salah dibalik bencana banjir tersebut. Beberapa solusinya adalah penataan daerah aliran sungai secara terpadu dan sesuai dengan fungsi lahan, tidak membangun rumah dan pemukiman dibantaran sungai,memelihara hutan,serta yang sangat terpenting adalah kesadaran masyarakat kita sendiri. Berhubung kita masih punya waktu untuk merubah semua ini kenapa kita tidak melakukannya ???
Jangan tunggu orang lain berbuat ! Mari kita bersama-sama mulai dari diri kita sendiri dengan suatu tindakan yang paling mudah kita lakukan yaitu dengan tidak membuang sampah sembarangan. Mungkin banyak yang berfikir ini hal sepele, tapi mari kita coba melakukannya sebab kondisi alam kita sekarang ini sangat memprihatinkan.
“Jangan Tunggu Hari Esok Apa yang Hari Ini Dapat Kamu Lakukan”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar