Corat-coret,pengalaman hidup,unek-unek,dsb akan dituangkan sepenuhnya dalam blog yang sangat sederhana ini. Thanks GOD I'am Interisti Not Milanisti. FORZA INTER. Motto Hidup : Tertib Ibadah, Sukses Study, Unggul Organisasi, dan Anggun Moralitas

Rabu, 18 April 2012

MEMINIMALISIR PRAKTEK KORUPSI DALAM PEMBELIAN PESAWAT KEPRESIDENAN RI

Beberapa hari terakhir ini Indonesia dihinggapi beribu-ribu masalah yang tak kunjung selesai, dari masalah besar hingga masalah kecil. Dari masalah besar korupsi, narkoba, kecelakaan maut, perkosaan di mobil angkutan umum, hingga masalah tentang ruangan banggar DPR yang baru dan masih banyak kasus-kasus / masalah-masalah lainnya. Rasanya belum habis masalah tersebut untuk diselesaikan kini timbul lagi berita yang memicu pro dan kontra masyarakat yakni tentang pembelian pesawat kepresidenan RI seharga 820 M. Jenis pesawat yang dibeli pemerintah RI ini adalah jenis pesawat Tipe: 737-800 Boeing Business Jet 2 buatan Amerika Serikat. Sebuah harga yang lumayan cukup fantastis untuk Negara sekelas Indonesia di saat berbagai permasalahan yang sedang dihadapi negeri ini.
Alasan utama pemerintah SBY perlu memiliki pesawat pribadi ini adalah sebagai upaya penghematan bepergiannya presiden sebab selama ini presiden ketika bepergian ke daerah dan ke luar negeri selalu menyewa pesawat dengan biaya yang tidak sedikit dan apabila menggunakan pesawat carter tersebut tidak dilengkapi dengan alat navigasi,komunikasi, cabin, inflight entertainment sehingga masih diragukan keamanannya.
Yang menjadi permasalahan disini adalah tentang komitmen pemerintah untuk menggunakan produk dalam negeri mulai diragukan. Sebab, pesawat tersebut dibeli di Amerika Serikat dan tergolong pesawat yang mewah yang dilengkapi fasilitas lengkap. Berkaca dari 2 negara tetangga kita yakni Malaysia dan Brunei Darussalam malah menggunakan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia,tipe CN 235 jenis VVIP.
Menanggapi masalah tersebut saya sebagai warga Negara memberikan pendapat bahwa pantas atau tidaknya sang presiden mempunyai pesawat pribadi itu adalah relative. Sudah saatnya Negara kita mempunyai pesawat kepresidenan seperti Negara-negara lainnya. Sebab pesawat ini bukan hanya untuk presiden sekarang saja melainkan untuk presiden RI masa depan nantinya. Dan lagi karena pesawat terebut sudah dipesan hingga sangat sulit dibatalkan. Yang terpenting lagi bagi kita sebagai warga Negara tetap harus mengawasinya disaat pesawat itu mulai dipakai langsung oleh presiden. Misalnya disaat pembayaran akhir pesawat tersebut dan disaat pemerintah mengeluarkan dana untuk biaya perawatan pesawat,pembelian suku cadang,dsb agar tidak ada penyelewengan dana yakni praktek korupsi oleh pemerintah.
Selain itu saya harap nantinya setelah pembelian pesawat ini kinerja presiden dan pemerintah untuk kedepannya juga akan semakin baik. Pemerintah juga harus lebih baik lagi bekerjanya untuk kedepannya misalnya harus lebih bijak lagi dalam penggunaan anggaran sebab masih banyak lagi warga kita yang didera kemiskinan, infrastruktur seperti sekolah,jembatan,jalan putus masih kurang memadai.
Saya bangga mempunyai Negara yang bisa membeli pesawat selagi pembelian pesawat itu nantinya untuk kemajuan bangsa kita sendiri yang terpenting prosesnya harus terbuka atau transparan tanpa adanya penyelewengan-penyelewengan berupa Korupsi. Terakhir harapan saya jangan selalu berprasangka buruk terhadap pejabat negeri ini. “Indonesia Optimis Menjadi Negara yang Lebih Baik Lagi”

By : Muhammad Didi Rusadi, FH
Sekretaris IMM Komisariat Unlam Banjarmasin dan Deputi III Bid.Kemahasiswaan BEM FH Unlam

PERLU PENGAWASAN YANG LEBIH EKSTRA DAN SANKSI YANG TEGAS BAGI PILOT YANG MENGKONSUMSI NARKOBA.

Belakangan ini santer terdengar berita hangat tentang pilot pesawat terbang lion air yang diketahui mengkonsumsi narkoba. Jelas ini berita yang sangat mengejutkan bagi masyarakat Indonesia mengingat pilot adalah pekerjaan yang sangat vital sekali dalam penerbangan pesawat terbang sebab ini menyangkut dengan keselamatan para penumpang di pesawat tersebut.
Sebagimana kita ketahui bahwa Peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, peredarannya sendiri sudah masuk ke dalam lapisan masyarakat dan juga aparat. Karena peredaran narkoba di Indonesia sudah semakin parah, maka bisa dinyatakan dalam keadaan darurat. Parahnya peredaran anrkoba sudah bisa ditunjukkan dengan korban akibat penggunaan narkotrika yang berjatuhan setiap hari. Apalagi saat ini penggunanya tak terbatas pada masyarakat tertentu, para artis dan pubkik figur pun juga tak sedikit yang menggunakannya, tentu saja hal ini sangat mengkhawatirkan karena tindak tanduk mereka yang dikhawatirkankan di contoh masyarakat umum dan bahkan yang sangat mengejutkan sekali adalah para pilot atau para penggerak pesawat terbang yang mengkonsumsi barang haram ini. Bankan menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2011 ini pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai 5 juta orang.
Kembali ke kasus tentang masalah dua orang Pilot maskapai penerbangan Lion Air yang kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Hal ini memperpanjang catatan hokum yang kurang baik di Indonesia. Apalagi masalah narkoba ini adalah kejahatan yang sangat luar biasa ini bukan hal yang tabu lagi di telinga para masyarakat Indonesia. Kasus ini sangat berdampak sekali ke maskapai penerbangan Lion Air sebab kedua orang pilot tersebut adalah pilot dari pesawat Lion Air.
Sungguh ini sangat merugikan maskapai penerbangan Lion Air. Betapa tidak meurut survey yang dilakukan oleh yahoo Indonesia bahwa masyarakat yang paling sering menggunakan maskapai penerbangan Lion Air ketika ingin melakukan penerbangan. Dari 5291 pemilih ada 41 persen yang menjawab Lion Air sedangkan sisanya adalah maskapai penerbangan yang lainnya. Survey ini membuktikan bahwa pangsa pasar Lion Air di Indonesia adalah yang terbesar. Alasannya adalah harga tiketnya tergolong murah dari maskapai penerbangan lainnya. Harga murah disini seharusnya tidak menjadi alasan bahwa standar keamanan seolah jadi bagian yang bisa ditawar. Jika Lion Air belum menyadari maka mereka kini punya tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga keamanan penumpangnya.
Inti dari permasalahan ini adalah bahwa mengemudikan pesawat terbang itu menyangkut nyawa keselamatan penumpang diibaratkan pilot disini bak sebagai pahlawan dalam penerbangan. Selain itu menyangkut soal ketahanan bisnis penerbangan. Mengemudikan pesawat adalah sebuah aktivitas nol toleransi terhadap kesalahan apapun. Jadi apabila seorang pilot menderita sakit misalnya terdeteksi kolesterol tinggi itu harus dilarang mengemudikan pesawat sebab bisa mengalami ancaman serangan jantung. Apalagi ketahuan mengkonsumsi narkoba seperti ini itu dapat dikatakan haram untuk mengemudikan pesawat.
Belajar dari kasus-kasus ini maka kedepannya ini merupakan pelajaran yang sangat bernilai dan berharga bagi pemerintah,aparat Negara dan maskapai penerbangan. Tidak ada cara lain lagi bahwa maskapai penerbangan manapun dalam hal ini tidak hanya Lion Air harus tegas. Gelar tes sesegera mungkin berapa pun mahal harganya sebab ada dugaan narkotika juga merasuki ke pilot-pilot dari maskapai penerbangan lainnya. Tindakan-tindakan yang dilakukan misalnya seperti melakukan test narkotika dan alkohol ke semua pilot dan tidak lupa juga ke semua orang yang berhubungan dengan pekerjaan penerbangan seperti inspektur,awak kabin,pramugari, petugas penanganan di darat bahkan hingga pengatur lalu lintas.
Selain itu kepada managemen maskapai penerbangan, apabila mendapati pilot atau pegawai penerbangan lainnya yang ketahuan menggunakan narkoba maka managemen langsung peka terhadap persoalan tersebut dan langsung melakukan pemecatan tanpa ampun sedikitpun kepada pihak yang menggunakan narkoba tersebut.
Saran saya buat pemerintah adalah agar melakukan pengawas kepada pilot dan Maskapai Penerbangan. Pemerintah dalam hal ini sebagai regulator yaitu lewat kementerian perhubungan,diharapkan dapat memerintahkan kepada seluruh maskapai penerbangan untuk mengadakan sample random terhadap pilot yang akan terbang. Pemerintah juga harus tegas menegur kepada maskapai penerbangan apabila ada pilot atau pegawai lainnya yang mengkonsumsi narkoba. Buat BNN saya selaku masyarakat Indonesia salut kepada BNN sebab telah berhasil mengungkap kasus pilot ini dan mengungkap kasus-kasus besar yang lainnya. Semoga saja BNN dapat bekerja lebih ekstra lagi untuk mengungkap kasus-kasus narkoba lainnya.
Semoga saja kasus ini merupakan kasus-kasus terakhir dalam narkoba dan semoga saja penyakit masyarakat narkoba ini cepat hilang dan dapat dibasmi dari bumi pertiwi ini. Amiinn…

By : Muhammad Didi Rusadi, FH
(Sekretaris IMM Komisariat Unlam Banjarmasin dan Deputi III Bid.Kemahasiswaan BEM FH Unlam)